ULTIMATUM PEMERINTAH, HABIB RIZIEQ JANGAN BERULAH

1 Просмотры
Издатель
Banyak orang yang bertanya-tanya dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang seolah tak bergeming di tengah rentetan provokasi yang dilancarkan secara lisan maupun secara tindakan oleh imam besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dan para pendukungnya.

Menanggapi hal tersebut Menko Polhukam Mahfud MD pun angkat bicara, dalam keterangannya ia mengaku jika Pemerintah telah menerima keluhan dari berbagai kalangan terkait dengan aksi-aksi yang belakangan ini dilakukan oleh para pelanggar aturan, dari pengeru-sakan fasilitas umum hingga pelanggaran protokol kesehatan.

Bahkan, mantan ketua MK ini menyebut orang yang sengaja mengumpulkan masa dam membuat kerumunan, berpotensi menjadi pembu-nuh potensial terhadap kaum rentan. dimana pernyataannya itu secara tidak langsung telah menyindir kegiatan yang belakangan ini dilakukan oleh Habib Rizieq dan para simpatisannya.

Selain itu, Mahfud juga menyampiakan keluhan masyarakat yang mengatakan jika negara tidak boleh kalah dan melakukan pembiaran terhadap aksi-aksi pelanggar aturan serta tindakan-tindakan lain yang dapat memecah belah persatuan kesatuan bangsa dan negara.

Sebagaimana diketahui, semenjak kedatangan Habib Rizieq Shihab Ketanah Air baik dirinya atau pun para simpatisannya telah banyak melanggar hukum, mulai dari melanggar protokol kesehatan dengan membuat kerumunan hingga mengganggu ketertiban umum.

Seperti hal nya baru-baru ini, di mana Habib Rizieq telah mengadakan kegiatan keagamaan dan pesta pernikahan ditengah pandemi. namun, Pemprov DKI selaku penguasa daerah tidak dapat mencegah hal tersebut meski pelaku pengumpul kerumunan yakni Habib rizieq Shihab telah dikenakan denda sebesar RP 50 juta.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kajadian serupa. Mahfud pun memperingatkan kepada semua kepala daerah, pajabat publik, Aparat, hingga masyarakat. bahwa Pemerintah akan menindak tegas dan penindakan hukum apabila masih terjadi pengumpulan masa dalam jumlah besar sebagai mana yang di amanatkan oleh Presiden Jokowi.

Dengan meminjam istilah Cicero, seorang filsuf berkebangsaan Italia, presiden Jokowi mengatakan keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi bagi suatu negara. “Salus populi suprema lex esto” dan oleh karena itu, ia pun meminta pada jajarannya baik kapolri dan TNI untuk menindak tegas bagi siapa saja yang melanggar hukum protokol kesehatan.

Diketahui sebelumnya, sikap Pemerintah yang terkesan diam dalam menyikapi aksi-aksi yang dilakukan oleh para simpatisan Habib Rizieq telah membuat sebagian masyarakat geram, hingga muncul hastag Jokowi takut FPI yang kemudian menjadi tranding di media sosial twiter.

Semoga, dengan pernyataan dan sikap pemerintah yang akan menindak tegas bagi siapa saja yang melanggar hukum benar adanya. Karena keselamatan rakyat memang yang utama.

Thanks for all your Support.
______________________________________________
For Business : Politindo@
Facebook :
Instagram :
Категория
Прохождения игр
Комментариев нет.